Rangkuman Webinar Strategi Bisnis Melalui Media Digital

 


https://radnet-digital.id/

Webinar Strategi Bisnis Melalui Media Digital

Digital (Electronic) Business & Marketing Strategy


Konsep E-Business Menurut Dua Perspektif Berbeda

E-Business merupakan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek bisnis guna meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari transaksi, manajemen pelanggan, hingga pengelolaan rantai pasokan. Terdapat dua perspektif utama dalam memahami konsep E-Business, yaitu menurut Strauss-Frost dan Kalakota-Robinson.

Pendekatan Strauss-Frost

Menurut Strauss-Frost, E-Business dapat dijabarkan sebagai berikut:

EB = EC + BI + CRM + SCM + ERP

Komponen-komponen dalam E-Business menurut pendekatan ini meliputi:

  1. E-Commerce (EC): Aktivitas transaksi barang dan jasa secara elektronik.

  2. Business Intelligence (BI): Analisis data bisnis untuk pengambilan keputusan strategis.

  3. Customer Relationship Management (CRM): Sistem untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

  4. Supply Chain Management (SCM): Pengelolaan aliran barang, informasi, dan keuangan dalam rantai pasokan.

  5. Enterprise Resource Planning (ERP): Integrasi proses bisnis dalam satu platform yang terkoordinasi.

Pendekatan Kalakota-Robinson

Kalakota-Robinson mengembangkan konsep E-Business dengan menambahkan beberapa elemen penting:

EB = SCM + CRM + SeCM + KT + ERP + EP

Adapun tambahan elemen dalam pendekatan ini meliputi:

  1. Security & Content Management (SeCM): Sistem pengamanan dan pengelolaan konten digital.

  2. Knowledge Management (KT): Manajemen pengetahuan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.

  3. Enterprise Portal (EP): Pusat informasi dan layanan digital bagi karyawan, mitra bisnis, dan pelanggan.

Manfaat E-Business dalam Bisnis Digital

E-Business menawarkan berbagai keuntungan yang dapat meningkatkan daya saing suatu perusahaan, antara lain:

  • Investasi yang lebih rendah: Pengurangan biaya operasional dengan otomatisasi dan digitalisasi proses bisnis.

  • Jangkauan pasar yang lebih luas: Kemampuan menjangkau pelanggan global tanpa batasan geografis.

  • Kemampuan pengukuran yang lebih baik: Analisis data yang lebih akurat untuk strategi bisnis yang lebih efektif.

  • Pengembangan yang cepat dan fleksibel: Adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan.

  • Strategi pemasaran digital yang lebih optimal: Pemanfaatan berbagai kanal pemasaran berbasis teknologi.

  • Keunggulan kompetitif yang lebih besar: Inovasi produk dan layanan yang lebih cepat dibanding pesaing.

  • Jam kerja yang lebih fleksibel: Operasional bisnis dapat berjalan 24/7 tanpa batasan waktu dan lokasi.

Fakta Menarik dari Penelitian Sybase Customer Asset Management Solution

Sebuah penelitian oleh Sybase Customer Asset Management Solution mengungkapkan beberapa fakta menarik mengenai hubungan pelanggan dan efektivitas bisnis digital:

  1. Biaya untuk memperoleh pelanggan baru enam kali lebih besar dibandingkan mempertahankan pelanggan lama.

  2. Pelanggan yang tidak puas cenderung membagikan pengalaman buruknya kepada 8-10 orang lain.

  3. Dengan investasi hanya 5% dalam pengelolaan hubungan pelanggan, suatu perusahaan dapat meningkatkan keuntungannya hingga 85%.

  4. Peluang sukses menjual produk kepada pelanggan baru hanya sekitar 15%, sedangkan kepada pelanggan lama bisa mencapai 50%.

  5. Sebanyak 70% pelanggan yang tidak puas masih bersedia melanjutkan hubungan bisnis jika keluhan mereka ditanggapi dengan cepat.

  6. Lebih dari 90% perusahaan di dunia belum memiliki sistem penjualan dan pelayanan terpadu yang mendukung E-Commerce secara optimal.



Berikut adalah beberapa strategi kompetisi dan tujuan yang mungkin relevan untuk berbagai aspek bisnis:

1. Desain & Manufacturing

  • Strategi Kompetisi: Inovasi produk, efisiensi produksi, keunggulan kualitas, fleksibilitas desain.

  • Tujuan: Mengurangi biaya produksi, meningkatkan efisiensi operasional, menciptakan produk yang lebih unggul di pasar.

2. Human Resource

  • Strategi Kompetisi: Pengembangan talenta, retensi karyawan, budaya perusahaan yang kuat.

  • Tujuan: Meningkatkan produktivitas tenaga kerja, menarik talenta terbaik, menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

3. Distribution

  • Strategi Kompetisi: Efisiensi rantai pasok, optimalisasi logistik, jangkauan pasar yang lebih luas.

  • Tujuan: Mempercepat waktu pengiriman, mengurangi biaya logistik, meningkatkan kepuasan pelanggan.

4. Purchasing & Development

  • Strategi Kompetisi: Negosiasi harga terbaik dengan pemasok, manajemen persediaan yang efisien.

  • Tujuan: Mengurangi biaya bahan baku, meningkatkan kualitas produk melalui bahan yang lebih baik.

5. Research & Development (R&D)

  • Strategi Kompetisi: Inovasi produk, adopsi teknologi baru, pengembangan paten.

  • Tujuan: Meningkatkan daya saing produk, menciptakan solusi baru, meningkatkan nilai perusahaan.

6. Sales

  • Strategi Kompetisi: Strategi harga, layanan pelanggan yang lebih baik, penetrasi pasar.

  • Tujuan: Meningkatkan pendapatan, meningkatkan loyalitas pelanggan, memperluas pangsa pasar.

7. Financial Support

  • Strategi Kompetisi: Manajemen arus kas yang efektif, investasi yang bijak, diversifikasi pendapatan.

  • Tujuan: Keberlanjutan bisnis, peningkatan profitabilitas, stabilitas keuangan jangka panjang.

8. Marketing

  • Strategi Kompetisi: Branding yang kuat, kampanye pemasaran digital, segmentasi pasar yang tepat.

  • Tujuan: Meningkatkan visibilitas merek, menarik lebih banyak pelanggan, meningkatkan engagement.

9. Customer Service (Tambahan)

  • Strategi Kompetisi: Respon cepat, layanan pelanggan berbasis teknologi, pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi.

  • Tujuan: Meningkatkan retensi pelanggan, membangun reputasi positif, meningkatkan kepuasan pelanggan.

10. Information Technology (IT) & Digital Transformation (Tambahan)

  • Strategi Kompetisi: Automasi proses, penggunaan data analytics, keamanan siber.

  • Tujuan: Meningkatkan efisiensi bisnis, mengurangi risiko teknologi, meningkatkan skalabilitas perusahaan.


Model Porter’s Five Competitive Forces: Analisis Persaingan Industri

1. Persaingan Antar Perusahaan dalam Industri (Industry Rivalry)

Faktor utama dalam model ini adalah tingkat persaingan antar perusahaan dalam industri yang sama. Intensitas kompetisi memengaruhi harga, inovasi, dan margin keuntungan. Jika banyak perusahaan bersaing ketat dengan produk serupa, mereka cenderung terlibat dalam perang harga, peningkatan kualitas produk, atau inovasi layanan untuk mempertahankan pangsa pasar.

Faktor yang memengaruhi persaingan dalam industri:

  • Jumlah pesaing: Semakin banyak pesaing, semakin tinggi intensitas persaingan.

  • Diferensiasi produk: Jika produk dalam industri serupa, persaingan lebih tajam.

  • Pertumbuhan pasar: Jika industri berkembang pesat, persaingan mungkin lebih longgar dibandingkan dengan industri yang stagnan.

2. Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants)

Pendatang baru dalam industri dapat mengganggu keseimbangan pasar dengan menawarkan produk atau layanan yang lebih inovatif, lebih murah, atau lebih berkualitas. Namun, tingkat ancaman ini bergantung pada hambatan masuk yang ada di industri tersebut.

Hambatan masuk yang mempengaruhi ancaman pendatang baru:

  • Modal awal yang besar: Industri yang membutuhkan investasi besar lebih sulit dimasuki oleh pesaing baru.

  • Regulasi dan kebijakan pemerintah: Peraturan yang ketat dapat menjadi penghalang bagi pendatang baru.

  • Loyalitas pelanggan terhadap merek lama: Konsumen cenderung memilih produk dari merek yang sudah dikenal.

Semakin rendah hambatan masuk, semakin tinggi risiko munculnya pesaing baru yang dapat mengancam perusahaan yang sudah ada.

3. Daya Tawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers)

Daya tawar pembeli menggambarkan sejauh mana pelanggan dapat memengaruhi harga dan kualitas produk yang ditawarkan perusahaan.

Faktor yang mempengaruhi daya tawar pembeli:

  • Jumlah pilihan produk yang tersedia: Jika banyak alternatif di pasar, pembeli memiliki kekuatan lebih besar untuk menuntut harga yang lebih rendah atau kualitas yang lebih tinggi.

  • Sensitivitas harga pembeli: Jika pelanggan sangat mempertimbangkan harga, mereka dapat memaksa perusahaan untuk menurunkan harga atau memberikan diskon.

  • Kemudahan berpindah merek: Jika pelanggan dapat dengan mudah beralih ke pesaing, daya tawar mereka akan lebih tinggi.

Jika daya tawar pembeli tinggi, perusahaan harus fokus pada inovasi produk, peningkatan layanan pelanggan, atau strategi harga yang lebih kompetitif.

4. Daya Tawar Pemasok (Bargaining Power of Suppliers)

Daya tawar pemasok menunjukkan sejauh mana pemasok dapat memengaruhi harga bahan baku, kualitas pasokan, dan ketentuan transaksi. Jika pemasok memiliki posisi yang kuat, mereka dapat meningkatkan harga atau mengurangi kualitas barang yang ditawarkan.

Faktor yang mempengaruhi daya tawar pemasok:

  • Jumlah pemasok yang tersedia: Jika hanya ada sedikit pemasok untuk suatu bahan baku penting, daya tawar mereka akan tinggi.

  • Ketersediaan alternatif: Jika perusahaan memiliki banyak pilihan pemasok, mereka dapat menegosiasikan harga yang lebih baik.

  • Ketergantungan industri terhadap pemasok tertentu: Jika industri sangat bergantung pada bahan tertentu, pemasok memiliki kekuatan lebih besar dalam menetapkan harga.

Jika daya tawar pemasok tinggi, perusahaan harus mempertimbangkan diversifikasi pemasok atau mencari bahan alternatif untuk mengurangi ketergantungan.

5. Ancaman Produk atau Layanan Pengganti (Threat of Substitutes)

Produk atau layanan pengganti adalah alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang berbeda, yang berpotensi mengurangi permintaan terhadap produk utama di industri tertentu.

Faktor yang mempengaruhi ancaman produk pengganti:

  • Kemudahan akses ke produk pengganti: Jika substitusi mudah ditemukan dan lebih murah, pelanggan cenderung beralih.

  • Perbedaan kualitas dan fungsionalitas: Jika produk pengganti menawarkan kualitas yang lebih baik atau fitur yang lebih unggul, risiko peralihan meningkat.

  • Tingkat loyalitas pelanggan terhadap produk utama: Jika pelanggan sangat loyal, ancaman dari produk substitusi lebih rendah.

Sebagai contoh, layanan transportasi online menggantikan taksi konvensional karena menawarkan kenyamanan, harga yang lebih fleksibel, dan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Model Porter’s Five Forces

Selain lima kekuatan utama, ada faktor eksternal yang turut memengaruhi dinamika persaingan dalam industri:

  1. Lingkungan Perusahaan – Faktor internal seperti strategi bisnis, keunggulan operasional, dan efisiensi organisasi.

  2. Lingkungan Industri – Kondisi persaingan dalam industri tertentu, termasuk tren pasar dan kebijakan industri.

  3. Lingkungan Pasar Bersaing – Strategi pesaing, perilaku pelanggan, serta perubahan dalam rantai pasokan dan distribusi.

  4. Lingkungan Umum – Faktor eksternal yang lebih luas seperti kondisi ekonomi global, perubahan teknologi, regulasi pemerintah, faktor sosial dan budaya, serta stabilitas politik.


Komponen IT dalam Supply Chain Management (SCM)

Teknologi Informasi (IT) memainkan peran penting dalam Supply Chain Management (SCM) dengan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan koordinasi di seluruh rantai pasokan. IT memungkinkan otomatisasi proses, analisis data yang lebih baik, serta integrasi antar berbagai unit bisnis.

1. Enterprise Resource Planning (ERP)

ERP adalah sistem terintegrasi yang digunakan untuk mengelola berbagai aspek bisnis, termasuk produksi, inventaris, keuangan, sumber daya manusia, dan rantai pasokan. Dalam konteks SCM, ERP membantu dalam:

  • Integrasi data secara real-time untuk meningkatkan efisiensi operasional.

  • Otomatisasi proses bisnis untuk mengurangi kesalahan manusia.

  • Peningkatan visibilitas rantai pasok guna mengoptimalkan perencanaan dan pengambilan keputusan.

ERP membantu perusahaan mengkoordinasikan aktivitas dari berbagai departemen, sehingga informasi yang tersedia lebih akurat dan cepat diakses.

2. Analytical Framework oleh Levi et al. (2004)

Levi et al. (2004) mengusulkan pendekatan analitis dalam SCM yang terbagi menjadi tiga tingkat utama: Strategic, Tactical, dan Operational Planning, serta tingkat tambahan Operational Execution.

a. Strategic Planning (Perencanaan Strategis)

  • Berfokus pada keputusan jangka panjang yang berdampak besar pada rantai pasokan.

  • Melibatkan pengambilan keputusan seperti lokasi fasilitas, jaringan distribusi, serta pemilihan pemasok utama.

  • Contoh: Pemilihan lokasi gudang utama untuk mengoptimalkan distribusi ke berbagai wilayah.

b. Tactical Planning (Perencanaan Taktis)

  • Berfokus pada keputusan jangka menengah yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan proses dalam rantai pasok.

  • Termasuk manajemen persediaan, perencanaan kapasitas produksi, dan negosiasi kontrak dengan pemasok.

  • Contoh: Pengelolaan tingkat stok untuk menghindari kelebihan atau kekurangan barang.

c. Operational Planning (Perencanaan Operasional)

  • Mengelola aktivitas sehari-hari dalam rantai pasokan untuk memastikan kelancaran operasi.

  • Berfokus pada penjadwalan produksi, distribusi barang, dan pengendalian kualitas.

  • Contoh: Penjadwalan pengiriman bahan baku ke pabrik produksi berdasarkan permintaan.

d. Operational Execution (Eksekusi Operasional)

  • Implementasi rencana operasional secara langsung di lapangan.

  • Melibatkan sistem IT seperti Warehouse Management System (WMS) dan Transportation Management System (TMS) untuk memastikan efisiensi eksekusi.

  • Contoh: Pelacakan pengiriman barang menggunakan GPS untuk memastikan ketepatan waktu.


STP - Segmentation, Targeting, and Positioning


Strategi STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dalam Pemasaran

Strategi STP (Segmenting, Targeting, Positioning) adalah pendekatan pemasaran yang membantu perusahaan memahami pasar secara lebih spesifik dan menjangkau pelanggan dengan lebih efektif.

1. Segmentasi Pasar (Segmenting)

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar menjadi beberapa kelompok berdasarkan karakteristik tertentu. Kategori segmentasi dapat mencakup faktor demografi, geografis, psikografis, dan perilaku konsumen.

Contoh: Perusahaan membagi pasar berdasarkan kelompok usia, seperti remaja, dewasa, dan lansia, untuk menyesuaikan produk sesuai kebutuhan masing-masing segmen.

2. Menentukan Target Pasar (Targeting)

Setelah pasar dibagi ke dalam segmen-segmen, perusahaan kemudian memilih segmen yang paling potensial dan menguntungkan untuk dijadikan target utama.

Contoh: Sebuah merek skincare memfokuskan pemasarannya pada wanita berusia 20-30 tahun yang memiliki kesadaran tinggi terhadap perawatan kulit.

3. Posisi di Pasar (Positioning)

Positioning adalah strategi untuk membangun citra dan keunggulan produk dalam benak konsumen dibandingkan dengan pesaing. Perusahaan harus memastikan bahwa produk mereka memiliki nilai unik yang membedakannya dari kompetitor.

Contoh: Apple membangun citranya sebagai merek premium yang menawarkan produk dengan desain inovatif dan teknologi canggih.

Dengan menerapkan strategi STP, perusahaan dapat lebih efektif dalam mengidentifikasi pelanggan potensial, menyusun strategi pemasaran yang tepat, serta memperkuat posisi merek di pasar. 


Solusi Digital Marketing untuk Bisnis

Dalam era digital, pemasaran online menjadi strategi utama bagi bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Berikut adalah beberapa solusi digital marketing yang dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas dan konversi bisnis:

1. Branding

Membangun identitas merek yang kuat agar lebih dikenal dan diingat oleh audiens. Branding mencakup logo, warna, tone komunikasi, hingga nilai yang ingin disampaikan kepada pelanggan.

2. Viral Marketing

Strategi pemasaran yang dirancang agar konten menyebar dengan cepat melalui media sosial dan platform digital lainnya. Konten yang menarik, unik, dan emosional memiliki potensi besar untuk menjadi viral.

3. Penjualan Online (Online Sales)

Mengoptimalkan strategi penjualan melalui platform digital, seperti marketplace, website e-commerce, dan media sosial, guna meningkatkan transaksi secara online.

4. Pemasaran melalui Media Sosial (Social Media Marketing)

Menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, Twitter, dan LinkedIn untuk menjangkau audiens, membangun komunitas, dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan.

5. Search Engine Optimization (SEO)

Mengoptimalkan website agar muncul di hasil pencarian Google dan mesin pencari lainnya. SEO membantu meningkatkan trafik organik dengan strategi seperti penggunaan kata kunci, backlink, dan optimasi teknis.

6. Pemasaran Video (Video Marketing)

Menggunakan video sebagai media promosi, baik melalui YouTube, Instagram Reels, TikTok, atau video iklan di berbagai platform. Konten video yang menarik dapat meningkatkan engagement dan meningkatkan konversi.

7. Desain Grafis dan UI/UX (Graphic Design & UI/UX)

Meningkatkan pengalaman pengguna melalui desain grafis yang menarik dan antarmuka (UI) yang intuitif. UI/UX yang baik memastikan bahwa pengunjung merasa nyaman saat menjelajahi website atau aplikasi bisnis.

8. Content Marketing

Strategi pemasaran berbasis konten yang relevan dan bernilai untuk menarik serta mempertahankan audiens. Bisa berupa artikel blog, infografis, e-book, email marketing, dan lainnya.

9. e-Commerce

Mengembangkan platform jual-beli online yang memudahkan pelanggan dalam bertransaksi. Bisa berbentuk marketplace atau toko online mandiri yang terintegrasi dengan sistem pembayaran dan pengiriman.

10. Website dan Aplikasi (Website/App Development)

Membangun website atau aplikasi bisnis yang profesional untuk meningkatkan kredibilitas dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Website dan aplikasi juga berfungsi sebagai pusat informasi serta transaksi pelanggan.

Dengan menerapkan solusi digital marketing yang tepat, bisnis dapat meningkatkan brand awareness, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan penjualan secara signifikan. 




18th Century [Industry 1.0] - Mechanical production equipment powered by steam
19th Century [Industry 2.0] - Mass production assembly lines requiring labour and electrical energy
20th Century [Industry 3.0] - Automated production using electronics and IT
Today [Industry 4.0] - Intelligent production incorporated with IoT, cloud technology and big data

Strategi Penerapan Digital Marketing dalam Bisnis

Agar pemasaran digital dapat berjalan efektif, diperlukan strategi yang terencana dan berkelanjutan. Berikut adalah langkah-langkah penting dalam menerapkan strategi digital marketing dalam bisnis:

1. Menentukan Tujuan

Langkah pertama adalah menetapkan tujuan utama dari digital marketing, seperti meningkatkan brand awareness, meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pasar, atau membangun loyalitas pelanggan.

2. Pengenalan Target Audiens

Mengetahui siapa audiens yang ingin dijangkau berdasarkan demografi, psikografi, perilaku, dan kebiasaan digital mereka. Pemahaman ini membantu dalam menyusun strategi konten yang lebih relevan.

3. Penelitian Kompetitor

Menganalisis strategi digital marketing yang digunakan oleh pesaing untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka. Ini dapat dilakukan dengan:

  • Memeriksa website dan media sosial mereka.

  • Menganalisis SEO dan kata kunci yang digunakan.

  • Menilai efektivitas iklan digital mereka.

4. Pemilihan Saluran Digital

Memilih platform digital yang paling efektif untuk bisnis, seperti:

  • SEO & Website untuk pencarian organik.

  • Media Sosial untuk interaksi dan promosi.

  • Email Marketing untuk komunikasi pelanggan.

  • Iklan Berbayar (PPC & Display Ads) untuk meningkatkan jangkauan.

5. Pembuatan Rencana Konten

Membuat perencanaan konten berdasarkan kebutuhan audiens dan tujuan bisnis. Konten bisa berupa:

  • Artikel blog dan infografis.

  • Video marketing dan tutorial.

  • Konten interaktif seperti kuis atau polling.

6. Pembuatan Konten

Menghasilkan konten yang berkualitas, menarik, dan sesuai dengan brand voice. Konten harus dibuat secara konsisten untuk menjaga keterlibatan audiens.

7. Implementasi Taktik

Mulai menerapkan strategi yang telah dirancang, termasuk:

  • Menjadwalkan posting media sosial.

  • Menjalankan kampanye iklan digital.

  • Mengoptimalkan SEO dan email marketing.

8. Monitor dan Analisis

Melakukan pemantauan terhadap performa digital marketing menggunakan tools seperti Google Analytics, Facebook Insights, atau SEMrush untuk melihat efektivitas kampanye.

9. Optimisasi dan Penyesuaian

Menganalisis hasil dari kampanye digital dan melakukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas strategi.

10. Refleksi dan Perbaikan

Meninjau kembali strategi yang telah diterapkan, mengidentifikasi keberhasilan serta tantangan yang dihadapi, dan melakukan penyempurnaan strategi berdasarkan data yang diperoleh.

11. Evaluasi dan Pelaporan

Membuat laporan dari hasil digital marketing sebagai bahan evaluasi untuk strategi berikutnya. Laporan ini dapat mencakup ROI (Return on Investment), engagement rate, conversion rate, dan pertumbuhan audiens.


The Element of Digital Business

Bisnis dan Teknologi - Strategi Bisnis Melalui Media Digital

Jagoan Hosting merupakan perusahaan penyedia layanan Web Hosting, Cloud Service, dan Domain yang telah berpengalaman dalam industri ini selama lebih dari 18 tahun. Sejak didirikan pada tahun 2007, Jagoan Hosting telah mendukung lebih dari 200.000 website dan kini menjadi salah satu penyedia layanan hosting terbesar di Indonesia.


Penyedia Cloud & Hosting Paling Dicari di Indonesia

Lebih dari 200.000 Pelanggan Terlayani
8000+ Perusahaan Menengah-Tinggi
400+ Perusahaan Ternama
4000+ Sekolah & Universitas
80.000+ Startup, UMKM, dan Developer

Top Client JagoanHosting


Dengan meningkatnya kebutuhan akan digitalisasi, semakin banyak bisnis yang berkembang pesat melalui transformasi digital.

Pola Adaptasi Bisnis di Era Digital

Pola Tradisional: Memulai bisnis dengan membangun website sebagai fondasi digital, kemudian mengembangkannya lebih lanjut. Selanjutnya, melakukan ekspansi ke media sosial untuk memperkuat kehadiran online dan membangun branding.

Pola Modern: Memulai bisnis dengan validasi pasar melalui media sosial atau marketplace guna mengukur potensi dan respon pelanggan. Setelah bisnis tumbuh, ekspansi dilakukan dengan membangun website sebagai sarana penguatan brand dan pengembangan usaha lebih lanjut.

Contoh 1 - chocochips.co.id


Contoh 2 - americanpillow.com


Validasi Bisnis Online

Pada tahap awal, bisnis biasanya memilih platform yang mudah digunakan agar dapat menguji ide bisnis dengan cepat meskipun memiliki keterbatasan dana.

Keunggulan Media Sosial:

Menjangkau audiens yang lebih luas.
Meningkatkan kesadaran merek (brand awareness).

Keunggulan Marketplace:

Tersedia fitur katalog produk yang siap digunakan.
Mempermudah pengelolaan transaksi dan pengiriman.

Ekspansi Bisnis Online

Seiring dengan pertumbuhan bisnis, akan muncul titik kritis di mana bisnis perlu memperluas skala operasional guna meningkatkan keuntungan dan memperkuat keberadaannya di pasar.

Kelemahan Media Sosial:

Terbatas dalam pengelolaan pengalaman pelanggan.
Bergantung pada algoritma platform yang terus berubah.
Konsumen lebih mudah terdistraksi oleh konten lain.

Kelemahan Marketplace:

Dikenakan biaya komisi dan tambahan lainnya.
Lalu lintas pengunjung (traffic) sangat bergantung pada platform marketplace.
Pelanggan mudah terdistraksi oleh produk pesaing.



Memulai Website dengan Memilih Domain

Saat membuat website, pemilihan nama domain yang tepat sangat penting untuk memudahkan pengguna mengingat dan menemukan bisnis Anda secara online.

Tips Memilih Nama Domain:

  • Pendek, relevan, dan mudah diingat
    Pilih nama domain yang unik serta mencerminkan brand Anda.
    Contoh kurang efektif: kacamobilvkool.id
    Contoh yang lebih baik: vkool.id

  • Mudah diketik
    Hindari penggunaan tanda hubung atau kombinasi kata yang rumit.
    Contoh kurang efektif: kaca-mobil-v-kool.id

    • Hindari tanda hubung (-) yang tidak perlu

    • Jangan memilih domain yang terlalu panjang

Strategi Penamaan Domain:

  • Sertakan nama brand dalam domain

  • Tambahkan nama daerah jika relevan untuk bisnis lokal

  • Gunakan nama yang selalu relevan dan tidak mudah usang

  • Pastikan domain tersedia sebelum mendaftarkannya. Anda bisa melakukan pengecekan di domain name generator atau langsung di Jagoan Hosting

Jenis Website

Website umumnya dibangun menggunakan dua metode:

  • CMS (Content Management System) – Misalnya WordPress untuk kemudahan manajemen konten

  • Custom/Framework – Dibangun dengan coding dari awal menggunakan framework seperti Laravel atau React

Membangun Website untuk Branding Perusahaan

  • Tentukan tipe website yang ingin dibuat sesuai kebutuhan bisnis

  • Pilih provider hosting yang andal dan daftarkan domain Anda

  • Install CMS seperti WordPress jika ingin kemudahan dalam pengelolaan

  • Gunakan page builder (opsional) seperti Elementor atau Divi untuk desain yang lebih fleksibel

  • Atur tampilan dan isi konten:

    • Pilih tema halaman yang sesuai

    • Buat halaman utama, tentang kami, layanan, kontak, dll.

    • Tambahkan konten seperti teks, gambar, dan video

    • Publikasikan website agar dapat diakses secara online

Membuat Tampilan Website yang Menarik untuk Pengalaman Pengguna (UX)

  • Cari referensi desain yang sesuai dengan brand Anda

  • Gunakan desain yang menarik untuk meningkatkan daya tarik visual

  • Manfaatkan plugin page builder seperti Elementor atau Divi untuk kemudahan pengembangan

Optimasi Website untuk Performa Maksimal

  • Gunakan plugin optimasi untuk meningkatkan kecepatan dan SEO website

  • Perhatikan kualitas konten dengan menggunakan plugin yang dapat menganalisis artikel sebelum dipublikasikan

Tips Memulai Website

  • Website membutuhkan domain & hosting agar bisa diakses secara online

  • Lakukan pemeliharaan rutin dan pastikan penyedia hosting siap membantu jika ada kendala

  • Kecepatan website memengaruhi tingkat konversi, pastikan loading cepat

  • Website harus responsif agar tampil optimal di berbagai perangkat (mobile, desktop, tablet)

  • Visual yang menarik akan menarik perhatian pengunjung, tetapi copywriting yang meyakinkan yang akan mendorong mereka untuk melakukan pembelian

Dengan menerapkan strategi ini, Anda dapat membangun website yang efektif dan profesional untuk mendukung bisnis Anda secara digital.
























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman ToT: Pembuatan Platform Digital dengan Microsite

Rangkuman Webinar The Journey to Your Successful Business

Webinar Healthcare Data Privacy Web Series IV