Cryptocurrency


 

 

                                                                  https://radnet-digital.id/


                                            RANGKUMAN WEBINAR CRYPTOCURRENCY

Narasumber: Bapak Moh. Noor Al Azam, S.Kom., M.MT. (Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Narotama)


        Sejarah uang dimulai dari masa pra-barter, di mana manusia hidup dengan berburu dan meramu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seiring waktu, muncul konsep alat tukar yang diawali dengan sistem barter, yaitu pertukaran barang secara langsung antara individu. Namun, barter memiliki keterbatasan, sehingga berkembanglah penggunaan uang barang, yaitu barang-barang primer yang bernilai tinggi dan dibutuhkan oleh banyak orang sebagai alat tukar. Kemudian, manusia mulai menciptakan uang logam yang dianggap lebih efektif karena memiliki nilai lebih tinggi, tahan lama, dan mudah dibawa dibandingkan barang-barang fisik lainnya. Selanjutnya, uang kertas mulai digunakan sebagai bukti kepemilikan logam mulia dan menjadi alat transaksi yang lebih praktis. Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam sistem pembayaran, ditandai dengan diperkenalkannya kartu kredit pada tahun 1946 yang menjadi awal dari transaksi cashless. Sistem ini terus berkembang hingga era digital, di mana transaksi kini semakin mudah dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Puncaknya, pada tahun 2009, muncul cryptocurrency seperti Bitcoin yang diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto sebagai alat transaksi digital tanpa melibatkan institusi keuangan resmi seperti bank.
        Cryptocurrency adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan dan memverifikasi transaksi. Cryptocurrency tidak memiliki bentuk fisik seperti uang kertas atau koin, melainkan berupa kode digital yang disimpan dalam dompet digital atau wallet  beberapa mata uang kripto

Bitcoin (BTC): Cryptocurrency pertama dan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar

1. Ethereum (ETH): Cryptocurrency kedua terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, yang juga memiliki platform smart contract.

2. Ripple (XRP)

3. Litecoin (LTC)


Blockchain adalah sebuah teknologi yang memungkinkan data disimpan dan diakses secara terbuka, transparan, dan aman. Blockchain seperti sebuah buku besar yang dapat diakses oleh banyak orang, tetapi tidak ada satu orang pun yang dapat mengubah atau menghapus data yang sudah tercatat.

    Berikut cara kerja blockchain:

1. Data yang ingin disimpan di blockchain dikumpulkan dalam sebuah "blok".

2. Blok tersebut kemudian dienkripsi dan diberi kode unik yang disebut "hash".

3. Blok tersebut kemudian dihubungkan dengan blok sebelumnya melalui kode unik tersebut, sehingga membentuk sebuah "rantai" blok.

Keuntungan dari blockchain adalah:

1. Transparan: Semua data yang tercatat dalam blockchain dapat diakses dan dilihat oleh banyak orang.

2. Aman: Data yang tercatat dalam blockchain tidak dapat diubah atau dihapus karena telah dienkripsi dan dihubungkan dengan blok lainnya.

3. Desentralisasi: Blockchain tidak dikendalikan oleh satu orang atau lembaga, sehingga memastikan bahwa data yang tercatat adalah akurat dan tidak dapat dimanipulasi.

3. Desentralisasi: Blockchain tidak dikendalikan oleh satu orang atau lembaga, sehingga memastikan bahwa data yang tercatat adalah akurat dan tidak dapat dimanipulasi Dengan demikian, blockchain dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti cryptocurrency, sistem pencatatan data, dan lain-lain.

Desentralisasi dalam blockchain bukan berarti tidak ada pusat sama sekali, melainkan bagaimana data dan kontrol sistem dibagikan serta dijalankan secara terdistribusi. Dalam sistem blockchain, terdapat beberapa komponen utama yang memungkinkan desentralisasi. Node adalah komputer yang terhubung ke jaringan blockchain dan berpartisipasi dalam proses verifikasi serta penyimpanan data. Setiap node memiliki salinan lengkap blockchain, sehingga memastikan bahwa data yang tercatat tetap akurat dan konsisten. Selain itu, terdapat miner, yaitu node khusus yang bertanggung jawab untuk memvalidasi transaksi dan membuat blok baru. Para miner menggunakan algoritma kriptografi untuk menyelesaikan puzzle matematika yang kompleks, memastikan bahwa blok baru yang dibuat valid dan aman. Untuk menjaga integritas sistem, blockchain menggunakan mekanisme konsensus, yaitu proses yang memungkinkan node dan miner mencapai kesepakatan tentang status blockchain. Konsensus memastikan bahwa semua node memiliki salinan blockchain yang sama dan bahwa setiap transaksi yang tercatat bersifat valid serta tidak dapat diubah secara sepihak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman ToT: Pembuatan Platform Digital dengan Microsite

Rangkuman Webinar The Journey to Your Successful Business

Webinar Healthcare Data Privacy Web Series IV